Tag Archives: Kahlil Gibran

Lebih Nikmat Mencintai Pekerjaan

menikmati pekerjaan

Masih teringat dengan kata-kata ini?
Work is love made visible
And if you can not work with love but only with distaste, it is better that you should leave your work and sit at the gate of the temple and take alms of those who work with joy.

For if you bake bread with indifference, you bake a bitter bread that feeds but half man’s hunger. And if you grudge the crushing of the grapes, your grudge distills a poison in the wine.

And if you sing through as angels, and love not the singing, you muffle man’s ears to the voices of the day and the voices of the night. (Kahlil Gibran)

Apakah Kahlil Gibran berlebihan bila ia menyatakan adalah lebih baik bagi Anda untuk meninggalkan pekerjaan yang tidak Anda cintai dan duduk digerbang kuil dan mengambil sedekah dari mereka yang bekerja dengan sukacita?

Bila kita tidak mencintai dan menikmati pekerjaan, kita akan cepat lelah dan merasa bahwa waktu berputar demikian lama sehingga rasa bosan dan jenuh akan mudah hinggap sehingga tidak membawa hasil maksimal. Berbeda jika kita mencintai dan menikmati pekerjaan, dimana segala sesuatunya dilakukan dengan hati sehingga tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat. Kuncinya adalah kata cinta, jika Anda mencintai pekerjaan Anda, tentulah Anda akan menjawab bahwa Kahlil Gibran tidak berlebihan.

Setiap pekerjaan, apapun jenisnya tentulah memiliki resiko, bagi orang Continue reading

Alam Persahabatan

Keheningan di sore hari, matahari mulai terbenam, adakah hari ini seorang sahabat menemani??? Akankah ada persahabatan hingga akhir saman?? banyak hal yang perlu kita simak dalam alam persahabatan, persahabatan pernuh arti dan makna yang tersirat maupun tersurat.
Sore hari yang mengingatkan aku pada kalimat-kalimat tajam penuh arti dari penyair yang tak lazim lagi Kahlil Gibran saya ingin teman-teman juga tahu arti dari puisi ini.
yoek jalin persahabatan tingkatkan tali silaturahim…

alam persahabatan

persahabatan

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

Kahlil Gibran